Jumat, 15 Februari 2013

skripsi bk halaman 3

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Metode Penentuan Daerah Penelitian

Dalam menentukan daerah penelitian menggunakan metode purposive daerah. Mengenai metode purposive area ini menurut Suharsimi Arikunto purposive area berarti tempat penelitian bukan berdasarkan atas strata, akan tetapi didasarkan atas tujuan tertentu. Teknik ini biasanya dilakukan atas beberapa pertimbangan, misalnya alasan keterbatasan waktu, tenaga dan dana, sehingga tidak dapat mengambil tempat yang luas atau jauh, (2002: 117).

Dari pendapat tersebut diatas dapat diketahui bahwa purposive area adalah pemilihan tempat penelitian atas dasar tujuan tertentu. Dan jika penelitian dalam bidang pendidikan, yaitu sekolah. Karena keterbatasan waktu, tenaga dan dana, sehingga tidak dapat mengambil tempat yang luas dan jauh. Sehubungan dengan uraian tersebut diatasmaka dalam penelitian ini penulis mengambil tempat penelitian di SMP Negeri 1 Glagah kabupaten Banyuwangi propinsi Jawa Timur.

3.2. Metode Penentuan Responden

Menurut Suharsimi Arikunto, ”Responden adalah orang-orang yang merespon atau menjawab pertanyaan penelitian baik peranyaan tertulis maupun lisan”, (2003:10).

Menurut Sutrisno Hadi, “ Metode penentuan responden penelitian adalah ada dua metode dalam menentukan responden populasi dan sampel. (2001 : 38).

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa metode penentuan responden adalah suatu cara yang digunakan untuk menentukan orang-orang yang ditunjuk untuk menjawab dan memberikan keterangan terhadap masalah yang diteliti baik secara tertulis maupun lisan.

Melihat kenyataan bahwa populasi responden sangat banyak maka dalam menentukan responden pada penelitian ini digunakan suatu teknik Proportional Random Sampling yaitu cara pengambilan sampel dengan seimbangan dari anggota populasi dengan acak tanpa memperhatikan strata (tingkatan) dan tidak memilih-milih individu dalam anggota populasi tersebut (Riduwan, 2003:12).

Dalam penelitian ini yang dijadikan responden untuk mewakili populasi adalah 68 siswa dari kelas VII SMPN 1 Banyuwangi yang berjumlah 218 siswa di dapat dengan rumus :

                                     n =      N      
                                          (1+Ne2)



Sumber: Riduwan dan Sunarto(2007:36)

Keterangan :

n : Ukuran sampel

N : Ukuran Populasi

e : Persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel dalam penelitian ini di ambil nilai e = 10%.

Dari jumlah sampel tersebut, kemudian menentukan jumlah sampel dari masing-masing kelas menurut jenis kelamin secara porposional dengan rumus :

                                                      ni = Ni x n
                                                             N



Keterangan :

· ni = jumlah sample menurut stratum

· Ni = jumlah populasi menurut sratum

· n = jumlah sample seluruhnya

· N = jumlah populasi seluruhnya

Untuk menentukan populasi responden laki-laki dan perempuan dalam tiap-tiap kelas juga dipergunakan rumus yang sama seperti diatas namun ruang lingkupnya masing-masing jenis kelamin, tiap kelas dibagi jumlah siswa satu kelas dikali jumlah perwakilan responden jenis kelamin masing-masing.

3.3 Metode Pengumpulan Data

Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah:

· Metode dokumenter

· Metode angket

· Metode interview

Supaya bisa mendalami tentang beberapa metode tersebut maka perlulah kiranya diuraikan satu persatu.

3.3.1 Metode Dokumenter

Dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian,meliputi buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter, data yang relevan penelitian (Riduwan, 2003:58).

Lebih lanjut menurut Suharsini Arikunto,”Dokumenter adalah teknik mencari data mengenai hal atau variabel yang berupa benda-benda tertulis seperti buku, majalah, dokumen, catatan harian, dan sebagainya”,(2002:135).

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa metode dokementer adalah suatu cara untuk memperoleh data untuk penelitian, dimana penelitiannya menggunakan dokumen atau catatan-catatan tentang peristiwa masa lalu.

Alasan penulis menggunakan metode dokumenter adalah sebagai berikut :

· Data yang diperlukan sudah tersedia dalam dokumen.

· Lebih efektif dan efisien.

· Data yang diperoleh sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Sasaran menggunakan metode dokumenter adalah sebagai berikut :

· Kepala sekolah SMPN 1 Glagah kabupaten Banyuwangi.

· Guru Bimbingan dan Konseling SMPN 1 Glagah kabupaten Banyuwangi.

· Kepala Tata Usaha SMPN 1 Glagah kabupaten Banyuwangi.

 
Hasil yang didapat menggunakan metode dokumenter adalah sebagai berikut :

· Data personalia sekolah.

· Data inventaris sekolah

· Data siswa.

· Struktur organisasi siswa SMPN 1 Glagah kabupaten Banyuwangi.
 
3.3.2 Metode Angket

Angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain dan bersedia memberikan respon (responden) sesuai dengan permintaan pengguna (Riduwan, 2003:52).

Menurut suharsimi angket adalah sebuah daftar pertanyaan yang harus di isi oleh orang yang akan di ukur (responden). (2003:28)

Sedangkan kuesioner menurut Arikunto adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui (2002: 128).

Dalam penelitian ini metode angket dipergunakan untuk memperoleh data mengenai kedisiplinan belajar siswa berupa pertanyaan-pertanyaan dalam pilihan ganda kepada siswa kelas VII SMP Negri 1 Glagah kabupaten Banyuwangi.

3.3.3 Metode Interview

Wawancara atau interview menurut nasution adalah “ suatu bentuk komunikasi verbal jadi semacam percakapan yangbertujuan memperoleh informasi. (2006:319)

Menurut Moleong wawancara atau interview adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai memberikan jawaban atas pertanyaan ( 2002:135).

Sedangkan menurut pendapat Stewart L. Tubss mengatakan bahwa, " Wawancara adalah suatu proses komunikasi diadik relasional dengan tujuan yang serius dan ditetapkan terlebih dulu yang dirancang untuk mempertukar perilaku dan melibatkan tanya jawab".(2000:40)

Dari pengertian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa metode interview adalah suatu komunikasi dengan tujuan yang serius yang dilakukan oleh dua belah pihak yaitu pewawancara dan yang diwawancarai dengan tujuan untuk mendapatkan informasi.

3.4 Metode Analisa Data

Data yang sudah ada perlu dikumpulkan semua agar mudah untuk pengecekan apakah data yang dibutuhkan sudah tersedia semua.

Maka dalam menganalisa data menetapkan langkah-langkah sebagai berikut :

· Mencari dan mengumpulkan data penelitian.

· Menyusun data yang diperoleh dari penelitian

· Mengolah data untuk menguji hipotesa yang diajukan.

Untuk menganalisa data dalam penelitian penulis mendapatkan kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan tehnik statistik.

Keuntungan dari penggunaan tehnik statistik adalah :

· Statistik bekerja dengan angka-angka..

· Teknik statistik dapat memberikan hasil yang obyektif.

· Statistik menyediakan cara meringkas data kedalam bentuk yang lebih berarti dan mudah.

Adapun rumusan yang dipakai dalam penelitian ini adalah korelasi tetrakorik dengan rumus sebagai berikut :

Dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Mencari besarnya Phi (Æ) dengan rumus

Æ =

2. Mencari besarnya koofisien korelasi tetrakorik (rt)

rt = Sinus (Æ . 900)

3. Mengoreksi nilai rt dengan faktor koreksi.

r = rt x Faktor koreksi x Faktor koreksi

4. Pengujian hipotesa nihil dengan chi kwadrat dengan rumus

X2 = Æ2 x. N

Dengan derajat bebas (db) = 1

Menggunakan taraf signifikan ,TS 5% = 3,841.

Konsultasi chi kuadrat dengan table (X2)

a) Jika hasil pengujian (X2) chi kuadrat lebih besar dari tabel maka hipotesa nihil yang diajukan ditolak signifikan, berarti hasilnya signifikan.

b) Jika hasil pengujian (X2) chi kuadrat lebih kecil dari tabel maka hipotesa nihil yang diajukan diterima, berarti hasilnya non signifikan.

c) Jika hipotesa nihil ditolak, maka hipotesa kerja yang diajukan sebelumnya diterima.

d) Jika hipotesa nihil diterima, maka hipotesa kerja yang diajukan sebelumnya ditolak.

Sedangkan untuk menggetahui besar derajat korelasi atau hubungan hasil r dikonsultasikan dengan r tabel pada derajat hubungan / korelasi. Dalam hal ini menggunakan pedoman.

0,90 – 1,00 korelasi sangat tinggi

0,70 – 0,90 korelasi yang tinggi.

0,40 – 0,70 korelasi sedang.

0,20 – 0,40 korelasi yang rendah tapi ada.

0,00 – 0,20 korelasi yang rendah sekali (R.A.Ganda Pratiyana, 2000:99)



Sehubungan analisa data menggunakan statistik maka hipotesa kerja yang sudah diajukan pada BAB II diubah menjadi hipotesa nihil yang berbunyi :

Hipotesa Mayor

Tidak ada hubungan antara kedisiplinan belajar dengan harga diri pada siswa kelas VII SMPN 1 Glagah kabupaten Banyuwangi tahun pelajaran 2011/2012.

Hipotesa Minor
  1. Tidak ada hubungan antara kedisiplinan belajar dengan penghargaan diri sendiri pada siswa kelas VII SMPN 1 Glagahkabupaten Banyuwangi tahun pelajaran 2011/2012.
  2. Tidak ada hubungan antara kedisiplinan belajar dengan penghargaandari orang lain pada siswa kelas VII SMPN 1 Glagah kabupaten Banyuwangi tahun pelajaran 2011/2012.

1 komentar :

Unknown mengatakan...

sangat membantu, tengkyu mas... q BK 2011