Jumat, 15 Februari 2013

skripsi bk hlaman 1

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Pada dasarnya pendidikan adalah merupakan suatu proses pembentukan dan pengembangan kepribadian seutuhnya yang berlangsung sepanjang hidup manusia baik berlangsung didalam maupun diluar sekolah. Didalam membangun kepribadian yang utuh didukung oleh beberapa faktor yang berasal dari diri individu dan faktor yang berasal dari luar individu. Oleh karena itu diperlukan suatu wawasan didalam mengadakan penyesuaian terhadap perubahan yang terjadi dalam segala aspek kehidupan.

Dewasa ini peningkatan kualitas pendidikan betul-betul sudah dirasakan dampaknya, baik berkaitan dengan kemampuan yang dicapai dari segi banyaknya lulusan maupun peningkatan prestasi akademis yang dicapai siswa.Hal itu disebabkan karena didukung oleh sarana dan prasarana yang semakin memadai serta kualitas sumber daya manusia yang sudah semakin maju. Namun kenyataan juga menunjukkan bahwa kemajuan yang kita rasakan masih tetap dibarengi dengan semakin kompleksnya permasalahan yang semakin muncul yang dihadapi oleh lembaga pendidikan khususnya sekolah-sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang mempunyai misi meningkatkan sumber daya manusia baik fisik maupun mentalnya melalui proses pendidikan.

Sekolah sebagai salah satu pranata sosial yang berfungsi untuk menyelenggarakan pendidikan, sekolah merupakan tempat kedua terpenting setelah keluarga yang dibutuhkan oleh seorang siswa untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.Sekolah membantu mengembangkan aspek-aspek kepribadian siswanya baik menyangkut intelektual, sosial, emosi, spiritual maupun moral. Dengan kata lain, sekolah menjadi wahana untuk mempersiapkan siswa agar memiliki kepribadian dan moralitas yang baik melalui pembinaan pengetahuan, pengenalan sikap serta penanaman nilai-nilai yang berlaku di lingkungan masyarakat.

Salah satu upaya sekolah dalam mengajarkan perilaku moral kepada siswa adalah dengan menerapkan disiplin melalui pemberlakuan tata tertib sekolah. Tata tertib sekolah merupakan kumpulan peraturan yang harus ditaati atau dilaksanakan di sekolah oleh seluruh siswa agar proses belajar mengajar berlangsung dengan lancar. Peraturan sekolah dirasakan sebagai suatu yang seharusnya dipatuhi oleh siswa untuk kebaikan diri sendiri dan kebaikan bersama, yang kemudian akan menjadi suatu kebiasaan yang baik menuju ke arah disiplin diri sendiri (self discipline ). Untuk mewujudkan siswa yang memiliki disiplin diri tidaklah mudah, diperlukan pembiasaan yang konsisten pada siswa sejak siswa mulai mengenal bangku sekolah. (Hapsari, 2009 : 114)

Disiplin pada dasarnya kontrol diri dalam mematuhi aturan baik yang dibuat oleh diri sendiri maupun diluar diri baik keluarga, lembaga pendidikan, masyarakat,bernegara maupun beragama. Disiplin juga merujuk pada kebebasan individu untuk tidak bergantung pada orang lain dalam memilih, membuat keputusan, tujuan, melakukan perubahan perilaku, pikiran maupun emosi sesuai dengan prinsip yang diyakini dari aturan moral yang anut. Dalam perpektif umum disiplin adalah perilaku sosial yang bertanggung jawab dan fungsi kemandirian yang optimal dalam suatu relasi sosial yang berkembang atas dasar kemampuan mengelola atau mengendalikan diri, memotivasi dan idenpendensi diri.(Yusi Riksa Yustiana, 2006:1).

Dalam menentukan kedisiplinan dibutuhkan adanya membangun harga diri atau kesadaran diri yang baik sebagai peralihan dari masa anak menuju masa dewasa, remaja merupakan masa yang penuh dengan kesulitan dan gejola, baik bagi remaja sendiri maupun bagi orang tuanya sering kali karena ketidaktahuan dari orang tua mengenai keadaaan masa remaja tersebut ternyata dapat menimbulkan bentrokan dan kesalah pahaman antar remaja dan orang tua yakni dalam keluarga atau remaja dengan lingkungannya. Kesadaran diri sebagai pemahaman diri bahwa disiplin dianggap penting bagi kebaikan dan keberhasilan dirinya, selain itu kesadaran diri menjadi motif sangat kuat terwujudnya disiplin. (Prijodarminto, 2004:34)

Hal tersebut diatas tentunya tidak membantu remaja untuk melewati masa ini dengan wajar, sehingga berakibat terjadinya berbagai macam gangguan tingkah laku seperti penyalahgunaan zat atau kenakalan remaja atau gangguan mental lainya. Orang tua seringkali dibuat bingung atau tidak berdaya dalam menghadapi perkembangan anak remajanya dan ini menambah parahnya gangguan yang diderita oleh anak remajanya.

Untuk menghindari hal tersebut dan mampu menentukan sikap yang wajar dalam menghadapi anak remaja, guru dan orang tua diharapkan memahami perkambangan remajanya beserta ciri-ciri khas yang terdapat pada masa perkembangan tersebut. Dengan ini guru dan orang tua diharapkan agar memahami atas perubahan-perubahan yang terjadi pada diri anak dan remaja pada saat ia memasuki masa remajanya. Begitu pula dengan memahami dan membina anak/remaja agar menjadi individu yang sehat dalam segi kejiwaaan serta mencegah bentuk kenakalan remaja perlu memahami proses tumbuh kembangnya dari anak sampai dewasa.

Betapa pentingnya setiap orang untuk dapat membangun dan memenuhi kebutuhan harga dirinya secara realistik, melalui pengembangan segenap potensi yang dimilikinya hingga menjadi sebuah prestasi.Orang tua dan guru memiliki tanggung jawab besar untuk dapat memenuhi kebutuhan harga diri anak (siswanya), melalui pemberian kasih sayang yang tulus sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara wajar dan sehat, yang didalamnya terkandung perasaan harga diri yang stabil dan mantap. Disinilah, tampak arti penting peran orang tua dan guru sebagai fasiltator.

1.2. Batasan Batasan

Sebelum mengadakan penelitian, perlu kiranya adanya batasan-batasan pengertian. Hal ini bertujuan agar jangan samapai terjadi salah tafsir atau salah pengertian antara yang dimaksud pada penelitian dengan para pengguna hasil penelitian ini. Disamping itu untuk menghindari denotative (makna ganda), dan juga hal ini digunakan sebagai arah untuk mendapatkan data-data yang relevan dengan permasalahan penelitian.

1.2.1. Batasan Pengertian Judul Penelitian

Didalam pembatasan pengertian judul penelitian ini diketengahkan : (1) hubungan atau korelasi, (2) kedisiplinan belajar, (3) harga diri.

1.2.1.1. Pengertian Hubungan atau Korelasi

Hubungan yang dimaksud penulis dalam judul adalah korelasi atau hubungan asimetris dimana variabel yang satu dapat mempengaruhi variabel yang lain.

Sedangkan F.X Sukarno menjelaskan, “ Korelasi adalah saling mengadakan hubungan antar dua hal atau lebih” (2006 : 65).

Menurut Paulus Waluyo, “ Korelasi adalah suatu teknik dalam statistik yang berguna untuk memperhitungkan hubungan antara dua variabel yaitu variabel X dan variabel Y (1990 : 51).

Dari dua pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa korelasi asimetris yang dimaksud adalah adanya hubungan antara variabel yang satu dengan yang lain, atau variabel X akan mampu mempengaruhi variabel Y.

1.2.1.2. Pengertian Kedisiplinan Belajar

Disiplin belajar menurut pendapat Syaiful Bahri bahwa kunci sukses dalam belajar salah satunya adalah dengan disiplin. Karena dengan usaha atau kiat dari seorang siswa untuk mendapatkan prestasi belajar yang baik, terbentuklah suatu kedisiplinan belajar yang siswa peroleh melalui pembelajaran. (2008:15)

1.2.1.3. Harga Diri

Menurut Maslow harga diri merupakan salah satu dimensi dari konsep diri. Harga diri adalah proses evaluasi yang ditujukan indivu pada diri sendiri, yang nantinya berkaitan dengan proses penerimaan individu terhadap dirinya. Dalam hal ini evaluasi akan menggambarkan bagaimana penilaian individu tentang dirinya sendiri, menunjukan penghargaan dan pengakuan atau tidak, serta menunjukkan sejauh mana individu tersebut merasa mampu, sukses dan berharga. Secara singkat harga diri diartikan sebagai penilaian terhadap diri tentang keberhargaan diri yang di ekspresikan melalui sikap-sikap yang dianut individu. (1991:124)

1.2.2. Batasan Masalah Penelitian

Dalam suatu penelitian ilmiah harus ada masalah yang akan dipecahkan. Oleh karena itu karya ini merupakan hasil penelitian yang bersifat ilmiah.

Menurut Winarno Surachmad mengemukakan bahwa “masalah adalah suatu kesulitan yang menggerakkan manusia memecahkannya.“ (2000:54)

Sedangkan Sutrisno Hadi menyatakan “penelitian adalah usaha untuk menemukan mengembangkan dan menguji kebenaran suatu ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah.“ (2001:221)

Sesuai dengan latar belakang permasalahan yang telah diuraikan diatas. Di SMP Negeri 1 Glagah kabupaten Banyuwangi tahun pelajaran 2011/2012, untuk kelas VII yang memiliki rangking prestasi dibawah rata-rata dari kelas paralel lainnya berkecendrungan bermasalah. Maka dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut:

1.2.2.1. Masalah Mayor

Adakah hubungan antara kedisiplinan belajar dengan harga diri pada siswa kelas VII semester genap SMP Negeri 1 Glagah kabupaten Banyuwangi tahun pelajaran 2011-2012?

1.2.2.2. Masalah Minor
  • Adakah hubungan antara kedisiplinan belajar dengan penghargaan diri sendiri pada siswa kelas VII semester genap SMP Negeri 1 Glagah kabupaten Banyuwangi tahun pelajaran 2011-2012?
  • Adakah hubungan antara kedisiplinan belajar dengan penghargaan dari orang lain pada siswa kelas VII semester genap SMP Negeri 1 Glagah kabupaten Banyuwangi tahun pelajaran 2011-2012?

1.2.3 Batasan Daerah Penelitian

Menurut Sutrisno Hadi (2001:57) menyatakan “daerah penelitian adalah tempat (area sampling) yang sudah ditentukan dalam suatu penelitian. “

Maka daerah yang akan dijadikan tempat penilitian dalam skripsi ini ialah di SMP Negeri 1 Glagah Kecamatan Gelagah Kabupaten anyuwangi.

1.2.4. Batasan Responden dan Informan Penelitian

1.2.4.1. Batasan Responden

Pengertian menurut Suharsimi Arikunto, ”Responden adalah orang-orang yang merespon atau menjawab pertanyaan penelitian baik peranyaan tertulis maupun lisan”, (2003:10).

Sedangkan Simanhadi Widya Prakoso menyatakan responden atau subyek penelitian adalah orang yang memberikan keterangan tentang masalah yang akan diteliti sehingga mendapatkan data. “(2000:22)

Berdasarkan pendapat diatas responden adalah objek yang dikenai penilitian. Dan sanggup memberikan jawaban dari masalah yang hendak diselidiki atau diteliti.

Maka dalam penelitian ini mengambil responden siswa kelas VII SMP Negeri 1 Gelagah kecamatan Glagah kabupaten Banyuwangi tahun pelajaran 2011/2012.

1.2.4.2. Batasan Informan.

Dalam pelaksanaan penelitian ini, diperlukan informan untuk memperoleh beberapa informasi mengenai daerah penelitian. informan adalah orang atau sekelompok orang yang dapat memberikan informasi sebagai pelengkap data utama dalam penelitian.

Adapun yang menjadi informan :

1. Kepala Sekolah

2. Wali Kelas

3. Guru BK

4. Staf TU

1.3 Tujuan Penelitian

Pada hakekatnya setiap kegiatan usaha yang dilakukan seseorang atau kelompok pasti memiliki suatu tujuan yang ingin dicapai.

Menurut Sutrisno Hadi (2001:3) menyetakan “Suatu penelitian khususnya dalam bidang pengetahuan empiris ( kenyataan ) bertujuan menemukan, mengembangkan atau menguji kebenaran suatu pengetahuan.“

Sedangakan Kartini Kartono“(2002:3) menyatakan bahwa “suatu reseach khususnya dalam ilmu-ilmu pengetahuan eksperimen dan empiris riset. Penelitian bertujuan untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran sesuatu pengetahuan.”

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan penelitian untuk mencari kebenaran suatu pengetahuan sehingga dapat menguji serta dapat dikembangkan sesuai dengan fakta di lapangan.

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :

1.3.1. Tujuan Mayor

Ingin mengetahui ada tidaknya hubungan antara kedisiplinan belajar dengan harga diri pada siswa kelas VII semester genap SMP Negeri 1 Glagah kabupaten Banyuwangi tahun pelajaran 2011-2012?

1.3.2. Tujuan Minor
  • Ingin mengetahui ada tidaknya hubungan antara kedisiplinan belajar dengan penghargaan diri sendiri pada siswa kelas VII semester genap SMP Negeri 1 Glagah kabupaten Banyuwangi tahun pelajaran 2011-2012?
  • Ingin mengetahui ada tidaknya hubungan antara kedisiplinan belajar dengan penghargaan dari orang lain pada siswa kelas VII semester genap SMP Negeri 1 Glagah kabupaten Banyuwangi tahun pelajaran 2011-2012?

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diperolehnya dari hasil penelitian ini adalah:

a) Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam usaha menanggukangi ketidak disiplinan siswa.

b) Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan bagi para pendidik/konselor disekolah dalam menangani siswa yang berperilaku yang tidak disiplin.

c) Dapat menumbuhkan kesadaran pada siswa bahwa masalah disiplin sangat diperlukan disekolah. Dengan semakin meningkatnya disiplin siswa diharapkan memperlancar proses belajar mengajar.

Tidak ada komentar :